Kamis, 10 Juli 2014

kenangan semester ini


kenangan semester ini


-          “kenangan itu seperti puzle yang hilang ketika kamu menemukannya kamu akan menemukan banyak perasaan didalamnya” -
 
selalu menyenangkan jika kita punya banyak kenangan yang manis tapi sebanyak apapun yang kita punya selalu ada yang membuat kita tak ingin mengingatnya lagi, itulah namanya kenangan yang buruk.
saya menghabiskan semester ini dengan penuh kenangan baik itu indah atau buruk semuanya bercampur disemester ini. tak akan ada yang berubah dalam kenangan karena waktu sendiri tak mau diajak berkompromi seperti yang terjadi di semester ini.tak akan ada yang berubah menyesal ataupun bersyukur itu hanya cara pandangku yang menentukannya.
semester ini awalnya kita masih bersama keempat sahabat yang mengadu nasibnya dibangku kuliah. namun keadaan itu tak berjalan lama sampai pada suatu waktu aku menyadari ada hal yang berbeda dari seorang sahabat yang sebut saja namanya okyk yang sangat kami sayangi.
"kenapa kamu jarang masuk kuliah"
"nggak ada apa-apa aku hanya sedang sibuk dengan pesanan bisnisku om jadi harap maklum dengan keadaanku ini"
aku memahami penjelasannya dengan pikiran positif sebagai seorang sahabat saya akan melindunginya dari ancaman dari negara api yang terus menyerang.
namun seiring waktu keadaan itu semakin membuat kami sahabatnya jengah karena sebegitu besarnya kami melindunginya tapi seorang yang dilindungi sendiri tak mau berusaha.
"sebenarnya kamu ini kenapa"
"ngak kenapa-kenapa kok mungkin waktu dan keadaan saja yang sudah berubah"
begitulah dia selalu menyembunyikan permasalahannya sendiri meskipun kepada sahabatnya sendiri. saya tidak begitu kaget karena saya sudah begitu dekat dengan dia meskipun perjumpaan kita tak terlalu lama hanya. hanya 3 tahun tapi jika kau saling tahu dan berbagi maka kamu akan tahu rasanya kehilangan.
pada akhirnya kami melanjutkan semester ini tanpa dia. di semester ini jugalah saya merasakan sesuatu yang disebut "kuliah beneran". ya itu sebutan untuk mencoba belaja secara sungguh-sungguh. bukan tanpa alasan saya menyebut seperti itu tapi karena ada pemantiknya yaitu seorang dosen yang saya juluki pak bos :D
        pak bos ini adalah seorang dosen yang sangat perfectsionis segalanya dipandang sama menurutnya yang sebagai seorang pakar yang dihasilkan dari pendidikan di luar negeri.
kami merasa ketar-ketir menghadapinya banyak dari mahasiswa yang menempuh pelajarannya terindikasi pusing,mual-mual dan mencret sampai pada akhirnya harus ke klinik juga biar sembuh hahaha :D
"kamu, kenapa kamu terlambat iya kamu"
"anu pak saya telat bangun"
"sekarang kamu pilih nyanyi atau keluar dari kelas ini"
itu adalah cuplikan dari perdebatan emosional yang terjadi dikelas yang dialami teman saya saat berhadapan dengan pak bos. pada akhirnya teman saya yang terlambat itu memilih untuk menyanyikan lagu sheila on 7.
saat saya tanya kenapa ia memilih lagu sheila on 7 daripada lagu-lagu band populer lainya jawabanya singkat saja.
"karena cuma itu lagu yang saya hafal"
"cie modus sekali" saya kagum
teman saya itu langsung mengepalkan tanganya kewajah saya tanda setuju.
sekiller-kilernya dosen killer pasti bisa ngiler juga -_-. iya meskipun dalam perkuliahan kami mahasiswanya diperlakukan seperti naik jets coester tapi entah kasihan atau apa kami mahasiswanya diberi nilai yang cukup dan ada memuaskan. #CieeeePesanMoralCieee
pada semester ini jugalah saya dan teman-teman saya mendapatkan berkah yang luar biasa untuk pertama kalinya saya dan teman saya yang bernama angga sejak seumur-umur kuliah kami baru merasakan IP diatas 3 dan itu rasanya sesuatu banget. rasanya adem banget waktu kabar itu terdengar ditelingga kami itu lebih menyenangkan daripada kabar gembira apapun :')
 entahlah kabar itu apakah sudah diketahui okyk atau tidak yang pasti saya sangat berterima kasih padanya. karena dialah saya bisa menjadi lebih kuat untuk menjalani kehidupan di bangku kuliah ini. akan saya berikan dia sebuah kebanggan yang harusnya dia akan menjadi girang karenanya semoga saja.
"om, aku sudah melihat catatanmu"
"lalu?"
"Aku tak akan pernah lupa dengan apa yg kau selama ini berikan kepadaku, Suka duka kita lalui selama ini berdua. kau pun tak pernah ngeluh menghadapi aku selama ini. Aku seharusnya haraus bangga memiliki sosok sahabat seperti kamu, yang tak pernah lelah mendampingi aku selama ini.Munkin aku harus bertekuk lutut di hadapanmu untuk mengucapkan rasa terimakasih ini. munkin kamu menerimanya atau tidak"
saya memandang langit setelah membaca pesan itu. saya lihat langit masih sama meskipun hati manusia sering berubah-ubah tapi tak akan merubah keadaan jika ia tak mau tergerak dan larut dalam keadaan.

            jika diizinkan saya bertanya pada langit "apakah kamu akan menangis jika kamu dalam keadaan seperti ini" namun walau saya tunggu saya tak juga menemui jawaban selain gerimis rintik-rintik.

Reaksi:

8 komentar:

  1. Sebuah puzzle yang hilang, apabila kita menemukannya ....satu saja kepingan yang hilang. Maka berjuta rasa bisa dirasa..haha, tulisan yang menarik bang :)

    BalasHapus
  2. Hahaha dosen kayak gitu emang jarang sih, killer tapi pas ngasih nilai malah bagus-bagus. Haha.. Bersyukurlah nemu dosen kayak gitu. Perbandingannya 20:1 kayaknya. :))))

    Teman yang mulai jarang masuk ya? Gue udah pernah ngalamin, teman yang sibuk dengan bisnisnya sendiri atau kadang sedang ada masalah keluarga..

    BalasHapus
  3. Gitu ya kak kalo udah semester atas ngeri. aku aja yang baru menginjak tahun kedua satu temen udah menghilang aja. termasuk aku nanti mungkin.

    BalasHapus
  4. Aku kok agak enggak mendapatkan keseluruhan ceritanya ya-_- entahlah.. tapi aku setuju sama pesan moralnya, sih.. itu mengindikasikan kita kalau mau menuruti aturan, akan mendapatkan hasil yang baik. Gitu kali ya..

    BalasHapus
  5. Kutipan kalimat pertamanya ngena nih! Emang yang namanya kenangan rasanya kayak es campur banget.

    Wah selamat ya IPknya melewati angka 3. Harusnya dibikin target gitu biar lulus bisa cumlaude. Aku pun ngelakuin hal yang sama soalnya. Jadi ada target pas lulus.

    Aku pernah dinasehatin senior tentang temen. Kalo suatu hari, sahabat kita berubah atau jarang bareng lagi, itu mungkin kita yang udah melangkah lebih dulu atau dia yang nggak bisa ngikutin. Intinya, mungkin susah buat sejalan lagi :(

    BalasHapus
  6. 3 tahun itu lama loh, bang. udah cukup buat memahami luar dalemnya kan. tapi emang kadang gitu, tiba-tiba ngejauh krn mungkin ada masalah yg emang gak bisa diceritakan ke orang lain. sekalipun itu sahabatnya.

    tapi yasudahlah, Okyk juga sudah cukup dewasa buat menentukan pilihannya :)

    BalasHapus
  7. bang ada war dari gue, dikerjain yah :D
    http://willyikhwan.blogspot.com/2014/07/award-khilaf-pas-lebaran.html

    BalasHapus
  8. puzzle yang hilang itu jika ketemu penggantinya pasti serasa gimana gitu,,haha.sukses kak

    BalasHapus

terima kasih telah memahami dan sampai kita berjumpalitan :)

Diberdayakan oleh Blogger.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...